Tampilkan postingan dengan label Kegiatan PPL Desa Cibodas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan PPL Desa Cibodas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

SELURUH PETUGAS PENYULUH PERTANIAN KECAMATAN PACET IKUTI PELEPASAN PURNABAKTI PENYULUH

Seluruh Petugas Penyuluh Pertanian Kecamatan Pacet Ikuti Pelepasan Purnabakti Penyuluh – Sudah tidak terasa waktu sudah berlalu, sekarang saatnya kita berikan kesempatan kepada penyuluh pertanian muda untuk berkarya. Itulah pesan dan kesan dari perwakilan purnabakti penyuluh pertanian Kabupaten Cianjur.

Acara pelepsan purnabakti penyuluh pertanian tersebut dilaksanakan di Gedung Bale Rancage pada hari kemarin (02/11/11).  Pelepsan purnabakti penyuluh pertanian ini dihadiri oleh seluruh penyuluh pertanian se Kabupaten Cianjur, termasuk dari seluruh penyuluh pertanian/ THL Kecamatan Pacet. Selain dihadiri oleh para petugas penyuluh dan para purnabakti acara ini dihadiri juga oleh Bupati Cianjur.

Bupati Cianjur berpesan dua hal. Pertama mari penyuluh pertanian bekerjasama membangun Cianjur, karena kalau tidak ada penyuluh tidak mungkin swasembada pangan di Kabupaten Cianjur dapat berhasil. Kedua Jangan membedakan antara penyuluh PNS dan penyuluh non PNS, karena semua pekerjaan dilapangan sama memiliki tanggung jawab yang harus dituntaskan.

Acara tersebut diisi juga dengan pemberian piagam penghargaan bagi para penyuluh pertanian yang sudah berperan aktif membina para kelompok tani, Gapoktan maupun P4S di wilayahnya masing-masing. Dan perwakilan dari petugas penyuluh pertanian Kecamatan yang mendapatkan penghargaan piagam adalah ibu Ida Farida, SP. Yang telah berhasil menjadikan seorang petani teladan Tingkat Nasional (Santoso) di wilayahnya.

Rabu, 26 Oktober 2011

KEPALA DINAS PERTANIAN BUKA ACARA PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN SAYURAN ORGANIK

Kepala Dinas Pertanian Buka Acara Pemberdayaan Kelembagaan Sayuran Organik Sayuran organik akan menjadi suatu trand pemasaran yang sengat menarik kedepan, hal tersebut ditunjang dengan isu-isu strategis seperti isu tentang kesehatan, kesadaran terhadap lingkungan dan isu-isu lainnya yang mendukung terhadap program sayuran organik.

Sebagai upaya memperkuat persaingan dipasar hortikultura sayuran yang semakin sengit terjadi antara produk lokal dengan produk luar negeri khususnya mengenai sayuran organik, tentu perlu berbagai upaya untuk mengantisipasinya. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan kelembagaan tani sayuran organik.

Berdasarkan hal tersebut Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Balai Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura Kecamatan Pacet mengadakan acara pemberdayaan kelembagaan sayuran organik, kentang dan jamur yang berlangsung di Aula Balai mulai sejak pukul 08.00 sampai dengan 14.00 WIB hari ini (26/10/11)

Hadir sebagai peserta para petani sayuran organik se-Kecamatan Pacet  sebanyak 40 orang dan petugas penyuluh pertanian Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Sambutan Kepala Dinas Pertanian (Drs. H. Sudradjat Laksana, M.Ikom) pada pembukaan acara Pemberdayaan Kelembagaan Sayuran Organik lebih menekankan pada pentingnya penataan kembali kelembagaan tani untuk memperkuat posisi tawar produk sayuran organik dihadapan pasar. Sementara Kepala Balai dan Koordinator PPL berharap dengan adanya acara Pemberdayaan Kelembagaan Sayuran Organik seluruh petani sayuran organik dapat bersinergi saling membahu untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat tani yang sejahtera. 

Kamis, 26 Mei 2011

GAPOKTAN ANGSANA MEKAR CIBODAS AJUKAN ALSINTAN HAND TRAKTOR

BPBTPHPACET.COM - Salah satu sarana produksi yang penting dan strategis dalam mendukung keberhasilan buidaya tanaman padi adalah alat dan mesin pertanian (Alsintan). Peranan alat dan mesin pertanian dalam sistem budidaya tanaman menjadi sangat penting karena tuntutan perkembangan teknologi. Penggunaan alat dan mesin pertanian yang tepat dan layak pakai akan meningkatkan dayaguna dan hasil budidaya tanaman, pendapatan petani serta menunjang kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.

Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), yang bersifat labor saving technology, dirasakan telah menggeser penggunaan tenaga manusia dan ternak. Mesin-mesin pertanian mempunyai hubungan saling mengganti (substitusi) dengan manusia dan bersifat komplemen terhadap lahan. Kedua sifat hubungan tersebut sangat jelas terlihat pada usahatani padi di Indonesia. Sebagai contoh, penggunaan hand tractor dan power threser sebagai pengganti tenaga manusia dan ternak.

Berdasarkan hal tersebut pengurus gabungan kelompok tani Angsana Mekar Desa Cibodas mengajukan alat dan mesin pertanian berupa hand traktor. Dengan tujuan untuk; memberikan pengetahuan pada anggota tentang pentingnya efisiensi tenaga kerja dengan pemanfaatan alat mesin pertanian berupa traktor untuk pengolahan tanah sawah. Mengurangi biaya tenaga kerja waktu pengolahan tanah. Meningkatkan produktivitas usaha padi sawah. Meningkatkan pendapatan usaha tani padi sawah khususnya di wilayah Desa Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Menurut Ketua Gapoktan Enung Apandi, “alsintan sangat diperlukan, sehingga kedepan permasalahan yang dihadapi terutama saat pengolahan tanah dapat segera teratasi, selain itu pengelolaan alsintan akan dilakukan dengan sistem unit pelayanan jasa alsintan” semoga ajuan tersebut dapat segera teralisasi.