Tampilkan postingan dengan label Pemasaran Sayuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran Sayuran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

INILAH KOMODITAS SAYURAN YANG DIPASOK KE HOTEL PALACE

BPBTPHPACET.COM – Beberapa minggu lalu, kami memberikan informasi tentang Kelompok Tani Giri Manis Pemasok Utama Sayuran Hotel Palace Cipanas”, tentu bagi anda yang mengikuti informasi tersebut, masih penasaran, komoditas apa yang dipasok oleh Kelompok Tani Giri Manis DesaSukatani Kecamatan Pacet tersebut.

inilah komoditas sayuran yang dipasok ke Hotel Palace, dimana lebih kurang tujuh puluh komoditas diantaranya adalah; babay kaylan, kaylan batang, bawang bombay, bawang daun, bawang merah kupas, bawang merah utuh, bawang putih kupas, bawang putih utuh, bayam, brocolly, buncis, bunga kol, cabe hijau besar, cabe merah besar, cabai merah kriting, cabai paprika golden, cabai paprika hijau, cabai paprika merah, cabai rawit, caisin, ceriwis, daun genjer, daun kemangi, daun ketumbar, daun mint, dan lain sebagainya.

Tentunya masih banyak komoditas-komoditas yang lainnya yang dipasok oleh  Kelompok Tani Giri Manis ke Hotel Palace. Masih penasaran? Bisa anda komentar di bawah ini tentang inilah komoditas sayuran yang dipasok ke Hotel Palace.

Kamis, 01 Desember 2011

KELOMPOK TANI GIRI MANIS PEMASOK UTAMA SAYURAN HOTEL PALACE CIPANAS

BPBTPHPACET.COM – Siapa yang tidak tahu Hotel Palace yang berada kurang lebih 300 meter dari Istana Cipanas. Dimana Hotel Palace Cipanas ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap dibanding dengan hotel-hotel lainnya di Cipanas.

Hotel Palace Cipanas diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif yaitu Ibu Maria Elka Pengestu hari senin (14/11). Dibalik peresmian hotel Palace Cipanas tersebut ada dampak yang sangat bermanfaat khususnya bagi para kelompok tani di sekitar hotel tersebut, adalah Kelompok Tani Giri Manis yang berhasil menembus hotel Palace Cipanas tersebut yang memasok kebutuhan sayuran dengan berbagai item sayuran yang dibutuhkan oleh Hotel Palace Cipanas.

Menurut ketua kelompok tani Bapak Apip menjelaskan keberhasilan tersebut berkat dorongan semua pihak baik dari dalam anggota yang terus bersemangat untuk memajukan Agribisnis di Desa Sukatani, terutama dari pihak Bank Artha Graha yang memberikan link ke hotel palace cipanas. Selain itu dorongan dari petugas BPBTPH Kecamatan Pacet tidak kalah pentingnya, karena dengan berbagai fasilitas dan kemudahan akses terhadap permodalan kami kelompok tani Giri Manis bisa seperti ini, jelasnya.

Menurut petugas penyuluh pertanian Bapak Abdul Sidik, menambahkan bahwa salah satu kelompok tani yang memiliki motivasi yang tinggi terhadap bidang pertanian adalah Giri Manis dimana motor penggeraknya adalah para pemuda, ini menjadi sangat mudah bagi saya dalam memberikan pendampingan karena relatif para pemuda mudah menerima berbagai inovasi dan informasi teknologi dari petugas.

Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kelompok tani yang lain khususnya di Desa Sukatani, umumnya di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Selasa, 25 Oktober 2011

BANK BJB CIANJUR TERTARIK KERJASAMA DENGAN GAPOKTAN MUJAGI CIPENDAWA

Bank BJB Cianjur Tertarik Kerjasama Dengan Gapoktan Mujagi Cipendawa – Bank merupakan salah satu instrumen yang sangat penting dalam kemajuan kesejahteraan masyarakat tani, khususnya dalam hal pembiayaan,  hal tersebut diungkapkan oleh pimpinan Cabang Bank Jabar Banten pada saat berkunjung ke Gapoktan Multi Tani Jaya Giri (Mujagi) Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Kunjungan tersebut berlangsung pada tanggal 26/10/11 pukul 16.00 WIB hadir pada kesempatan tersebut 5 orang dari Bank BJB, meninjau tempat Green House (GH) Penangkaran kentang di Gapoktan Multi Tani Jaya Giri (Mujagi) Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, pimpinan BJB Cabang Cianjur sangat tertarik untuk melakukan pembiayaan khususnya untuk penangkaran Ganol dan untuk budidaya kentang.

Semoga ketertarikan pihak bank BJB untuk kerjasama tersebut bisa ditindak lanjuti oleh para petani  di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Laporan: Suhendar (Ketua Gapoktan Mujagi Cipendawa)

Kamis, 20 Oktober 2011

KELOMPOK TANI CEMERLANG BERMITRA DENGAN CARREFOUR JAKARTA


Kelompok Tani Cemerlang Bermitra Dengan Carrefour JakartaKelompok tani Cemerlang Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, sudah banyak melakukan kerjasama dengan pasar-pasar supermarket. Termasuk yang sekarang dilakukan oleh Kelompok Tani Cemerlang yaitu bermitra dengan Carrefour Jakarta.

Kelompok Tani Cemerlang Bermitra Dengan Carrefour Jakarta diawali tepatnya pada hari Senin (26/09/11) kedatangan Bapak Surya KB dari SAI Global Jakarta/ Auditor for Carrefour Jakarta untuk memverifikasi produk sayuran yang akan dikirimkan oleh Kelompok Tani Cemerlang.

Menurut kelompok Tani Cemerlang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur pihaknya sangat berbahagia dan bangga atas jalinan kerjasama atau bermitra dengan pihak Carrefour Jakarta. “Kemitraan ini sudah sejak dulu saya nantikan, sehingga dengan adanya tim verifikasi sangat membahagiakan serta menambah semangat beragribisnis dibidang hortikultura sayuran” menurut Ketua Kelompok Tani Cemerlang Bapak Ace Saepulloh.

Hasil dari kemitraan dengan pihak Carrefour Jakarta diantaranya adalah pengiriman rutin sayuran-sayuran yang memiliki mutu dan kualitas sesuai dengan perjanjian antara pihak Kelompok Tani Cemerlang dengan pihak Carrefour Jakarta.

Semoga kedepan tidak hanya pihak Carrefour Jakarta saja yang bisa bermitra dengan Kelompok tani di Kecamatan Pacet namun pihak-pihak restoran, hotel dan Supermarket lainnya bisa melakukan kerjasama dengan kelompok tani di Kecamatan Pacet, harapan dari Kepala Balai BPBTPH Kecamatan Pacet (Bapak Toni).

Selain itu koordinator PPL Kecamatan Pacet (Bapak Abay Syahban H., SP) menambahkan bahwa pihaknya selaku koordinator PPL di Kecamatan Pacet akan terus meningkatkan pembinaan kepada para kelompok tani di Kecamatan Pacet agar bisa seperti kelompok tani Cemerlang sekarang.

Reporter: M. Dillah (PMD Kecamatan Pacet)

Rabu, 19 Oktober 2011

KECAMATAN PACET POTENSI KEMBANGKAN GOBO

Kecamatan Pacet Potensi Kembangkan GoboKecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, merupakan salah satu Kecamatan yang kaya akan potensi sayuran. Selain menjadi penyangga kebutuhan sayuran ibu kota Jakarta juga merupakan wilayah yang memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya adalah "Kecamatan Pacet sangat potensi mengembangkan tanaman Gobo".

Gobo mungkin masih terdengar asing ditelinga anda, karena gobo ini menurut para ilmuan merupakan asli tanaman dari Jepang. Di Kecamatan Pacet sudah dikembangkan tanaman gobo, karena sudah ada sebagian pasar supermarket yang menginginkan Gobo ini dari Kecamatan Pacet.

Kecamatan Pacet sangat mudah mengembangkan potensi tanaman gobo, hal tersebut sudah dilakukan oleh para petani Kecamatan Pacet sejak 4 tahun yang lalu. Seperti diketahui dari beberapa catatan ilmiah menjelaskan bahwa secara tradisional tanaman gobo sudah digunakan sejak 3000 tahun yang lalu untuk pengobatan berbagai macam penyakit seperti; cacar, campak, sakit tenggorokan, mendetoksifikasi daerah dan yang paling banyak diminati karena dapat meningkatkan stamina pria.

Di Kecamatan Pacet belum seluruh petani yang mengembangkan tanaman gobo, namun sudah ada beberapa petani khususnya yang sudah memiliki potensi pasar sudah menanamnya.

Bila anda berkunjung ke Kecamatan Pacet, kami dari petugas BPBTPH Kecamatan Pacet siap mengantar anda untuk mendapatkan tanaman gobo yang kaya akan hasiat. Semoga bermanfaat (Info berikutnya akan dibahas lebih lanjut tentang tanaman gobo ini, jadi tunggu saja...)

Kamis, 09 Juni 2011

BIMBINGAN TEKNIS GRADING DAN PACKING HOUSE SAYURAN

BPBTPHPACET.COM - Penanganan pasca panen yang baik dan benar ditingkat petani perlu terus disosialisasikan, sehingga kedepan petani mampu bersaing ditingkat pasar yang semakin terbuka.

Berdasarkan hal tersebut Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur melalui Bidang Bina Usaha Tanaman Pangan dan Hortikultura, menyelenggarakan bimbingan teknis Grading dan paking house sayuran di Kabupaten Cianjur.

Acara tersebut, diikuti oleh 40 orang, dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Pacet dan Kecamatan Takokak, adapun kelompok yang mengikuti dari Kecamatan sebanyak 2 kelompok yaitu Cemerlang dan Mandiri dimana masing-masing kelompok sebanyak 6 orang. Sedangkan dari Kecamatan Takokak sebanyak 1 kelompok. Adapun petugas dari Kecamatan Pacet yang mengikuti kegiatan ini adalah Kepala Balai (Toni) dan koordinator penyuluh pertanian (Abay Syahban H., SP).

Adapun  yang menjadi pemateri adalah dari Kepala Bidang Bina Usaha Kabupaten Cianjur. Ir. Henny Iriani Winata yang menjelaskan tentang Kebijakan pasca panen sayuran, Ujang Majudin (Pengusaha Sayuran) mengenai pemasaran melalui Sub Terminal Agribisnis Cigombong dan Santoso (Pengusaha sayuran) mengenai mutu hasil.

Tempat acara dilakukan di ruang pertemuan Rindu Alam 3 yang dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan 14.30. Harapan dari penyelenggara adalah dengan adanya bimbingan teknis ini, para petani dan pengusaha sayuran dari Kecamatan Pacet dan Takokak bisa bersinergi dalam meningkatkan kualitas penanganan pasca panen sayuran untuk bersaing dipasar bebas.

Selasa, 24 Mei 2011

GREEN HOUSE ANDALAN PENANGKAR KENTANG DI GAPOKTAN CIPENDAWA

BPBTPHPACET.COM - Budidaya kentang di Indonesia sebagian besar masih menggunakan benih yang berasal dari sisa kentang konsumsi. Sehingga mutunya pun kurang baik.

Kentang sekarang terus dikembangkan di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur terutama di Gapoktan Multi Tani Jaya Giri Desa Cipendawa. Penangkaran pun dilakukan untuk memperoleh bibit yang bermutu, sehat dan sesuai dengan kondisi agroklimatologi Kecamatan Pacet.

Untuk meningkatkan mutu hasil penangkaran kentang Gapoktan Multi Tani Jaya Giri membuat Green House yang cukup megah dengan desain yang menarik, dengan ukuran 6 x 23 m2 yang terbuat dari bahan bambu. Yang memiliki kapasitas lebih kurang 1600 plot.

Harapan dengan dibangunnya Green House untuk penangkaran kentang adalah terjaminnya mutu dan kualitas benih kentang, sehingga kedepan Pacet merupakan salah satu pemasok benih yang bermutu dan unggul.

Bila berminat tentang informasi lebih lengkap tentang kentang ini, silahkan hubungi kami.

Selasa, 08 Maret 2011

BAGAIMANA MENDEKATKAN PASAR PADA PETANI SAYURAN

BPBTPHPACET.COM - Tingginya harga sayuran di tingkat konsumen tidak menjamin sepadannya keuntungan yang diterima petani. Keuntungan terbesar dinikmati pedagang perantara yang membeli sayuran dari petani dan menjualnya langsung ke pasar induk.

Harga cabai yang diterima oleh petani Lembang bila dijual langsung ke pasar induk Caringin-Bandung berbeda 500 hingga 1.000 rupiah/kg dengan harga jual di tingkat konsumen. Bandingkan dengan harga cabai yang diterima petani bila menjual pada pedagang perantara, perbedaannya mencapai 2.000 hingga 3.000 rupiah/kg dari harga di pasar induk.

Bagi petani, membawa sendiri sayuran ke pasar induk tidak langsung menyelesaikan persoalan mereka. Selain transportasi mahal, petani sayuran kesulitan menembus pasar induk. Persaingan pasar yang dikuasai oleh sekelompok pedagang bermodal besar menyulitkan petani kecil untuk masuk pasar dan menjual produk mereka dengan harga yang pantas pada pedagang pasar.

Persoalan di atas dapat diselesaikan dengan mendekatkan petani pada pasar induk sehingga membuka peluang bagi petani untuk dapat bertransaksi secara 'fair'. Kenapa pasar induk? Karena di tingkat pasar induklah petani dapat menerima harga jual lebih layak. Untuk hal ini, kita bisa mencontoh pengalaman Taiwan dalam membangun pasar induk sayuran yang melibatkan petani dalamnya.

Pemasaran sayuran di Taiwan tergolong efisien dengan keuntungan yang terdistribusi merata bagi para pihak yang terlibat di dalamnya, termasuk petani. Puluhan tahun yang lalu, petani sayuran di Taiwan mengalami persoalan pemasaran yang sama dengan petani sayuran Indonesia sekarang. Keuntungan terbesar perdagangan sayuran diraup pedagang perantara sementara petani merugi.

Mengatasi hal tersebut, Taiwan melakukan beberapa upaya, antara lain 1) mendekatkan petani pada pasar induk; 2) menyediakan fasilitas pasar; 3) membangun sistem informasi pasar.

Sumber: SinarTani.com