Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian Organik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2011

KECAMATAN PACET POTENSI KEMBANGKAN GOBO

Kecamatan Pacet Potensi Kembangkan GoboKecamatan Pacet Kabupaten Cianjur, merupakan salah satu Kecamatan yang kaya akan potensi sayuran. Selain menjadi penyangga kebutuhan sayuran ibu kota Jakarta juga merupakan wilayah yang memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Salah satunya adalah "Kecamatan Pacet sangat potensi mengembangkan tanaman Gobo".

Gobo mungkin masih terdengar asing ditelinga anda, karena gobo ini menurut para ilmuan merupakan asli tanaman dari Jepang. Di Kecamatan Pacet sudah dikembangkan tanaman gobo, karena sudah ada sebagian pasar supermarket yang menginginkan Gobo ini dari Kecamatan Pacet.

Kecamatan Pacet sangat mudah mengembangkan potensi tanaman gobo, hal tersebut sudah dilakukan oleh para petani Kecamatan Pacet sejak 4 tahun yang lalu. Seperti diketahui dari beberapa catatan ilmiah menjelaskan bahwa secara tradisional tanaman gobo sudah digunakan sejak 3000 tahun yang lalu untuk pengobatan berbagai macam penyakit seperti; cacar, campak, sakit tenggorokan, mendetoksifikasi daerah dan yang paling banyak diminati karena dapat meningkatkan stamina pria.

Di Kecamatan Pacet belum seluruh petani yang mengembangkan tanaman gobo, namun sudah ada beberapa petani khususnya yang sudah memiliki potensi pasar sudah menanamnya.

Bila anda berkunjung ke Kecamatan Pacet, kami dari petugas BPBTPH Kecamatan Pacet siap mengantar anda untuk mendapatkan tanaman gobo yang kaya akan hasiat. Semoga bermanfaat (Info berikutnya akan dibahas lebih lanjut tentang tanaman gobo ini, jadi tunggu saja...)

Senin, 20 Juni 2011

KOORDINATOR PENYULUH KECAMATAN PACET HADIRI ACARA SL WORTEL

BPBTPHPACET.COM – Sebagai upaya dukungan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan para petani di Kecamatan Pacet, koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Pacet Bapak Abay Syahban H., SP. Menghadiri acara sekolah lapang Standar Operasional Prosedur penanaman wortel pada hari Senin (20/06/2011).

Acara tersebut diikuti oleh 14 orang petani peserta sekolah lapang, dan tiga orang penyuluh pertanian Kecamatan Pacet. Acara dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan 13.00 dengan materi yang disampaikan adalah tentang pertumbuhan akar dan jaringan pengakut pada wortel.

Sekolah lapang tersebut terintegrasi dari petani Kecamatan Pacet dan 3 orang petani dari Kecamatan Cipanas, pelaksanaanya dikebun milik petani kelompok tani Giri Manis Desa Sukatani Kecamatan Pacet.

Pertemuan sekolah lapang wortel ini, merupakan pertemuan kedua yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali. Yang dilakukan mulai dari pengolahan lahan sampai nanti panen. Semoga para petani menjadi lebih memahami tentang cara pencatatan SOP khususnya wortel dan pengetahuannya tentang budidaya wortel yang baik dapat meningkat. Semoga…

Rabu, 15 Juni 2011

USAID DAN PENELITI IPB KUNJUNGI GAPOKTAN DESA CIPENDAWA

BPBTPHPACET.COM – Wartawan dari United States Agency for International Development (USAID) dan peneliti dari IPB Bogor mengunjungi gabungan kelompok tani Multi Tani Jaya Giri Desa Cipendawa Kecamatan Pacet. Hadir dari IPB pada kesempatan tersebut sebanyak 4 orang diantaranya adalah Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc. (Head of Commission C), Yayi M. Kusumah, Ph.D. (Insect Pathologist), sedangkan dari wartawan USAID hadir sebanyak satu orang.

Kedatangan wartawan dan peneliti dari IPB tersebut adalah sebagai upaya kegiatan sosialisasi dan meninjauan penggunaan Agen Hayati yang sudah lama dilakukan oleh para petani di Desa Cipendawa. Pada kesempatan tersebut hadir pula petugas dari BPBTPH Kecamatan Pacet sebanyak 3 orang.

Acara tersebut berlangsung pada (02/06/2011) yang dimulai dari jam 08.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB. Menurut wartawan dari USAID dan peneliti dari IPB, petani di Desa Cipendawa sangat membanggakan khususnya dalam penggunaan Agen Hayati yang jelas-jelas sangat bermanfaat bagi komoditas sayuran seperti kubis-kubisan, cabe, kentang dan komoditas sayuran lainnya.

Rabu, 01 Juni 2011

PENGEMBANGAN SAYURAN ORGANIK DI DESA CIPUTRI

BPBTPHPACET.COM – Pengembangan sayuran organik di Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur terus dilakukan terutama oleh Gabungan Kelompok Tani Putri Kencana.

Keberhasilan program sayuran organik dan pengembangan sayuran organik ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah Kabupaten Cianjur khususnya yang diprogramkan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur dan sebagai pelaksana langsung dibina oleh para penyuluh pertanian dari BPBTPH Kecamatan Pacet.

Sayuran-sayuran yang sudah dibudidayakan dengan sistem organik seperti; wortel, bawang daun, pokcoy, dan lain sebagainya. Penyemaian bibit sayuran pun dilakukan dengan sangat teliti.

Bahkan untuk menunjang terhadap pelaksanaan program sayuran organik Gapoktan Putri Kencana Desa Ciputri Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur telah diberikan bantuan rumah kompos untuk pengolahan sampah-sampah sayuran, yang asalnya dibuang sekarang diolah dan dijadikan pupuk kompos untuk sayuran organik.

Semoga dengan keberhasilan program sayuran organik dan pengembangan sayuran organik ini dapat terus ditingkatkan dan para petani selalu semangat dan mau berubah kearah yang lebih baik. Begitu juga dengan penyuluh pendamping semoga tidak bosan-bosan membina karena itu adalah tanggung jawab kita, Semangat!

Kamis, 26 Mei 2011

GAPOKTAN ANGSANA MEKAR CIBODAS AJUKAN ALSINTAN HAND TRAKTOR

BPBTPHPACET.COM - Salah satu sarana produksi yang penting dan strategis dalam mendukung keberhasilan buidaya tanaman padi adalah alat dan mesin pertanian (Alsintan). Peranan alat dan mesin pertanian dalam sistem budidaya tanaman menjadi sangat penting karena tuntutan perkembangan teknologi. Penggunaan alat dan mesin pertanian yang tepat dan layak pakai akan meningkatkan dayaguna dan hasil budidaya tanaman, pendapatan petani serta menunjang kelestarian sumber daya alam dan lingkungan.

Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), yang bersifat labor saving technology, dirasakan telah menggeser penggunaan tenaga manusia dan ternak. Mesin-mesin pertanian mempunyai hubungan saling mengganti (substitusi) dengan manusia dan bersifat komplemen terhadap lahan. Kedua sifat hubungan tersebut sangat jelas terlihat pada usahatani padi di Indonesia. Sebagai contoh, penggunaan hand tractor dan power threser sebagai pengganti tenaga manusia dan ternak.

Berdasarkan hal tersebut pengurus gabungan kelompok tani Angsana Mekar Desa Cibodas mengajukan alat dan mesin pertanian berupa hand traktor. Dengan tujuan untuk; memberikan pengetahuan pada anggota tentang pentingnya efisiensi tenaga kerja dengan pemanfaatan alat mesin pertanian berupa traktor untuk pengolahan tanah sawah. Mengurangi biaya tenaga kerja waktu pengolahan tanah. Meningkatkan produktivitas usaha padi sawah. Meningkatkan pendapatan usaha tani padi sawah khususnya di wilayah Desa Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur.

Menurut Ketua Gapoktan Enung Apandi, “alsintan sangat diperlukan, sehingga kedepan permasalahan yang dihadapi terutama saat pengolahan tanah dapat segera teratasi, selain itu pengelolaan alsintan akan dilakukan dengan sistem unit pelayanan jasa alsintan” semoga ajuan tersebut dapat segera teralisasi.

 

Selasa, 24 Mei 2011

GREEN HOUSE ANDALAN PENANGKAR KENTANG DI GAPOKTAN CIPENDAWA

BPBTPHPACET.COM - Budidaya kentang di Indonesia sebagian besar masih menggunakan benih yang berasal dari sisa kentang konsumsi. Sehingga mutunya pun kurang baik.

Kentang sekarang terus dikembangkan di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur terutama di Gapoktan Multi Tani Jaya Giri Desa Cipendawa. Penangkaran pun dilakukan untuk memperoleh bibit yang bermutu, sehat dan sesuai dengan kondisi agroklimatologi Kecamatan Pacet.

Untuk meningkatkan mutu hasil penangkaran kentang Gapoktan Multi Tani Jaya Giri membuat Green House yang cukup megah dengan desain yang menarik, dengan ukuran 6 x 23 m2 yang terbuat dari bahan bambu. Yang memiliki kapasitas lebih kurang 1600 plot.

Harapan dengan dibangunnya Green House untuk penangkaran kentang adalah terjaminnya mutu dan kualitas benih kentang, sehingga kedepan Pacet merupakan salah satu pemasok benih yang bermutu dan unggul.

Bila berminat tentang informasi lebih lengkap tentang kentang ini, silahkan hubungi kami.

Sabtu, 05 Maret 2011

KIAT SUKSES MEMILIH PUPUK ORGANIK

BPBTPHPACET.COM - Dalam memilih pupuk organik yang harus diperhatikan adalah parameter kadar C-organik, rasio C/N, pH, kadar air, kandungan N, P dan K, kandungan hara mikro (Fe, Zn, Cu, Mn, B, Co dan Mo), dan kadar logam berat (Pb, Cd, As dan Hg), bahan ikutan, mikroba kontaminan (e.coli, salmonella),” kata Dr.Ir. Wiwik Hartatik, Peneliti Bidang Kesuburan Tanah Balai Penelitian Tanah (Balitanah) Bogor. Hal ini sesuai dengan persyaratan teknis minimal pupuk organik dalam Permentan 28/Permentan/SR.130/5/2009. “Tetaapi harus sudah mendapat nomor izin pendaftaran pupuk dari Pusat Perizinan Investasi, Kementan,” katanya mengingatkan.

Sistem pertanian organik didefinisikan sebagai kegiatan usaha tani secara menyeluruh sejak proses produksi sampai proses pengolahan hasil (pasca panen) yang bersifat ramah lingkungan dan dikelola secara alami (tanpa penggunaan bahan kimia sintesis dan rekayasa genetika), sehingga menghasilkan produk yang sehat dan bergizi.

Sistem pertanian organik merupakan system yang menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam mencapai system pertanian yang lestari dan berkelanjutan untuk membangun kesuburan tanah jangka panjang . Sistem pertanian organik diterapkan secara selektif pada lahan dengan tingkat kesuburan sedang sampai tinggi, dan pada komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi serta dapat meningkatkan pendapatan petani.

Jika petani mengaplikasikan pupuk organik dilahan mereka, maka lahan mereka akan mendapatkan fungsi kimia dan biologi yang penting.

Fungsi kimia dari pupuk organik tersebut adalah mengandung unsure hara namun pupuk organik organic dapat berfungsi sebagai penyediaan hara makro (N,P,K, Ca, Mg dan S) dan mikro seperti Zn,Cu,Mo,Co,B, Mn dan Fe meskipun secara kuantitatif pupuk organik  sedikit.

Penggunaaan bahan organik dapat mencegah kadar unsur mikro dalam tanah marginal atau tanah yang telah diusahakan secara intensif dengan pemupukan yang kurang seimbang, meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, dapat membentuk senyawa kompleks dengan ion logam seperti Al, Fe dan Mn sehingga logam-logam ini tidak meracuni.

Fungsi biologi pupuk organik adalah sebagai sumber energi dan makanan bagi mikro dan meso fauna tanah. Dengan cukup tersedianya bahan organik maka aktivitas organism tanah yang juga mempengaruhi ketersediaan hara, siklus hara, dan pembentukan pori mikro dan makro tanah, menjadi lebih baik.

“Pengaruh pupuk organik terhadap peningkatan produksi cukup positif khususnya untuk lahan yang tidak subur dengan kadar bahan organik rendah karena pupuk organik selain banyak manfaat seperti diatas juga mampu meningkatkan efesiensi pemupukan sehingga mampu mengurangi dosis pupuk NPK kurang lebih 25% dari dosis rekomendasi,” terangnya.

Namun, karena kadar hara dalam pupuk organik rendah sehingga tidak bisa menggantikan pupuk anorganik secara keseluruhan tetapi pengaruhnya lebih utama kepada perbaikan kesuburan tanah.

“Akan tetapi petani tidak bisa merubah secara langsung cara bertani konvensional ke system pertanian organik  karena dari sisi lahan perlu ada masa konversi lahan 1-2 tahun,” katanya.

Walaupun tidak bisa secara langsung merubah pertanian konvensional, tetapi pengembangan produk pupuk organik  sangat prospektif khususnya untuk lahan-lahan yang mempunyai kandungan bahan organik rendah dan pada lahan yang telah mengalami degradasi sehingga dapat memperbaiki kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah serta meningkatkan efesiensi penggunaaan pupuk.

Sumber: SinarTani.com